“Hatsyiii”Kembali senyap. (Eh, suara bersin itu seperi apa sih ya?)
“Hatsyiiim. Hatsyiiiimmm”Bersin itu kembali memecah keheningan, tetapi tidak ada seorang pun yang mendengarkan.
(Alhamdulillah)
Terduduk berselonjoran di atap gedung pencakar langit ini seseorang dengan memakai baju seperti laba-laba. Spiderman! Sebetulnya dia tidak ingin mebiarkan dirinya kehujanan. Dia ingin berteduh. Tetapi dia harus mengawasi kota ini. Sambil menggigil dia tetap terduduk.
“Sudah. Kamu pulang aja”, tiba-tiba terdengar suara di dekat situ.Spiderman terkejut. Mencari asal suara sambil terheran-heran mengapa dia tidak mendengar suara orang mendekat. Mungkin hujan ini. Mungkin juga karena flu-nya. Samar-samar dia melihat bayangan hitam dengan jubah di belakangnya. Ooo, ternyata Batman. Sesama superhero. Pantesan tidak terdengar.
“Wah aku harus jagain kota”, kata SpidermanSpiderman kemudian berpikir. Gimana caranya kerokan pake baju superhero seperti ini. Harus buka baju. Kalau bajunya dibuka, nanti ketahuan siapa dia aslinya.
“Biar aku yang gantiin”
“Ah, tapi ngapain pulang juga. Gak ada yang bisa kerokin”
“Serius? Kamu mau kerokan? Sini tak kerokin”
“Gak mau ah. Nanti aku ketahuan aslinya”Mereka kemudian terdiam. Mikir. Batman kepikiran Spiderman bisa dikerokin sama Alfred, butler kepercayaannya. Jadi dia tidak perlu tahu siapa sesungguhnya Spiderman, tapi kalau begitu berarti Spiderman bisa tahu siapa dia aslinya dari menelusuri Alfred. Belum lagi nanti kalau dia tahu tempat persembunyiannya. Gak jadi ah.
“Yah. Segitunya. Anonimity is so overrated“, kata Batman.
“Kata siapa? Buktinya pak Budi punya mahasiswa yang sedang meneliti soal anonimity ini”, kata Spiderman. Tahu-tahunya dia. (He he he. Numpang promosi. wk wk wk.)
“Jadi gimana? Mau kerokan gak?”
“Gak mau kalau sama kamu”
“Gini aja. Kamu pulang, minum tolak angin aja”Batman mengangguk. Spiderman merayap pulang. Sungguhan merayap karena nampaknya untuk berdiripun dia sudah gak sanggup.
“Minuman orang pintar ya?”, Spiderman nyengir sambil mengutip iklan tolak angin yang dibintangi Rhenald Kasali.
“Mau minum yang untuk orang bejo juga boleh”, Batman gak mau kalah. Keduanya terkekeh. Spiderman lebih susah ketawanya.
“Ya udah, aku pulang. Titip kota ya”, kata Spiderman.
“Hatsyiiimmm” …[Seri parodi superhero: 1, 2]

0 komentar:
Posting Komentar